Puisi

Sang Surya dan Sang Dewi

Sang surya hadir diwaktu fajar

Saat sang dewi tertidur lelap. 

Terik hatinya… 

Kapankah senja hadir? 
Sejuk hatinya, saat senja hadir

Sang dewi terbangun dari lelapnya

Waktu telah berganti menjadi petang

Tak gelap walaupun redup. 
Surya tetap bersinar walau petang

Sang dewi yang membuat hati tenteram

Meredupkan teriknya namun tetap benderang. 

By: Puspa

Advertisements
Puisi

Daisy dan kerinduan

Selamat pagi.. 

Menyambut rindu pada mentari
Di sudut taman,  sekuntum daisy mekar malu-malu
Mengingatkan rindu akan mata sebuah hari
Seperti senyum yang selalu merekah oleh sang mentari
Daisy yang bermekaran,
Mengingatmu seperti sepasang mata yang melihat indahnya pagi
Seketika ada yang terhenti
Yaitu waktu yang terlupa akan malam yang membuat sirna
Kuharap senja tak hadir menjemput malam
Daisy yang sembunyi, diantara sepi ditengah sinar bulan
Rindu hanyalah sepi ditengah malam
Berharap pagi segera Menjelma
Untuk mengubur rinduku, dan melihatmu yang cerahnya bagai langit pagi berhias sang mentari

By : Puspa
9.29 pm

Puisi

Fajar dan Malam

Ada sepi diwaktu malam

Namun tak ramai pula diwaktu fajar.

Apa beda fajar dan malam

Jika keramaian tak ada disana.

Hanya saja fajar, 

Fajar membawa kehangatan surya.

Lalu malam, 

Malam membawa dingin yang menusuk. 

Namun,  menatap surya yang semakin terik. 

Membuatku rindu akan sepinya malam. 
By : Puspa

Puisi

Gadis Kecil

Gadis kecil menapaki jalan kosong

Hanya sepatu yang menemani langkah

Termenung rindu

Ada angin yang berlalu 

Menatap angin yang kosong, 

Dapat dirasa tapi tak dapat digenggam

Hanya debu yang bersama angin

Ia debu? 

Menggangu pandangan dan merebut angin

Gadis kecil murung merenung.

Hanyalah seorang gadis kecil, 

Yang menatap rindu dari helaian angin.
 

By : Puspa

24/07/2017

8:18 pm

Puisi

Bayang

Ada ribuan bayang melintas lalu melangkah memasuki ruang.

Menutupi jejak yang lalu.

Mungkinkah seluruh ruang dipenuhi bayang? 

Kulihat ada sebuah pintu yang terkunci disana.

Lalu,

Terdengar suara ketukan ragu-ragu

Yang berharap terbuka tapi enggan.

Milik siapa ketukan itu?

Hanya bayang. Mungkin dirinya hanya melalu-lalang

Melintas saja lalu bosan dan enggan

Kemudian,  pergi diam-diam dan menghilang. 

By: Puspa

12/07/2017

Cerpen

Sisa Hidup Alin

“Mas!! Mau kemana?” Seorang gadis berdiri di sudut lorong menjulurkan tangan berusaha meraih seorang laki-laki yang berjarak lima langkah dihadapannya.

Laki-laki itu menoleh kebelakang menatap gadis itu sesaat dengan ekspresi datar dan melanjutkan langkahnya berjalan ke depan dan menghampiri dua pasangan paruh baya. Gadis itu tak dapat melihat jelas wajah pasangan paruh baya itu karna ada cahaya yang cukup menyilaukan disana. Tanpa ragu lelaki itu menggandeng keduanya dan pergi tanpa menoleh kembali ke arah gadis itu. Gadis itu lalu menangis terisak-isak dengan kepergian lelaki itu.

“Neng… Udah siang.” 

Alin terbangun dari mimpinya. Matanya berair dan pipinya pun basah. Ia benar-benar menangis terbawa mimpinya.

Mimpi apa itu tadi.. Ya tuhan pertanda apa itu. 

Dirinya bergumam dalam hati.

“Neng, sudah bangun belum? Cepetan nanti telat ke kantor.” Ibunya kembali mengetuk pintu kamar dengan tak sabar.

“Iya bu lagi beres-beres.” Ujar Alin berbohong.

Ia mengusap pipinya yang basah karna air matanya dan segera bangkit dari tempat tidurnya untuk bersiap-siap pergi ke kantor. 

Waktu menunjukkan pukul 06.15 am. Alin sudah berada di dalam bus. Masih pagi namun bus sudah ramai dengan para pekerja kantoran. Bangku pun sudah terisi penuh. Tak ada tempat kosong untuknya. Ia pun memilih untuk berdiri di depan dekat pintu pembatas antara driver dan penumpang.

Bus ini ramai namun tidak dengan hati dan pikiranku. Aku begitu kosong tanpamu mas.. Walaupun hanya sebuah mimpi, tapi aku begitu takut akan kehilanganmu.

Alin melamun di tengah keramaian bus pagi itu. Lamunannya terhenti saat handphone nya berdering.

Nama pamela yang tertera di layar handphone nya. 

Oh ya hari ini aku janji sarapan bareng dengannya.

Lalu Alin mengangkat teleponnya.

“Al udah dimana? Aku nunggu di sevel ya. Mau sarapan apa? Biar sekalian beli nih.”

“Apa aja deh.” 

“Oke. Masih lama?”

“Dikit lagi nyampe p.”

“Oke hati-hati.”

Percakapan berakhir Alin pun menutup telponnya.

Alin adalah seorang auditor eksternal sedangkan pamela adalah seorang akuntan di perusahaan swasta. Kebetulan perusahaan yang diaudit oleh Alin adalah perusahaan dimana Pamela bekerja. Sehingga mereka dapat saling bertemu dan makan bersama untuk sekedar mengobrol saja. Walaupun bersahabat tetapi dalam hal pekerjaan tetaplah harus profesional. Mereka memisahkan keduanya.

Tak lama Alin pun sampai di tempat dimana ia janjian dengan Pamela. Mereka pun mengobrol menghabiskan waktu sebelum waktu bekerja mulai.

“Eh mas Adri ko kemaren agak beda ya..” Ucap Pamela.

“Beda gimana?”

“Sikap nya makin dingin banget. Ya aku sih ga tau ya apa perasaanku aja. Tapi kaya dia lagi punya masalah. Bukannya biasanya kamu pulang dianter dia juga.”

“Iya Mas Adri beberapa hari ini pulang kerja langsung ke rumah sakit. Ibunya dirawat inap. Jadi dia sibuk urus ibunya. Lagipula bapaknya udah tua juga.”

“Kamu ga jengukin?” Tanya Pamela kepada Alin.

“Hmmm.. Pengen sih tapi mas Adri bilang belum saatnya aku ketemu ibunya.” Alin menjawab dengan wajahnya yang terlihat kecewa.

“Ko gitu sih. Katanya serius tapi masa belum saatnya.” Pamela sedikit kesal.

“Eh udah mau jam 8. Kamu masuk sana.”

“Ah tenang aja aku udah absen ini.” Ujar Pamela santai.

Pamela pun bangkit dari kursinya. Untuk masuk ke gedung duluan. 

“Sampe ketemu nanti ya.” Ujar Pamela kepada Alin.

“Oke.. Data jangan lama-lama ya kasihnya.”

“Hahaha iya maaf banyak banget yang urgent sih jadi ga sempet nyariin.” Pamela menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Saat berbalik untuk menuju gedung kantor pamela melihat Mas Adri yang baru saja sampai dan sedang membeli sarapan.

“Al.. Itu Mas Adri. Kamu samperin sana. Aku duluan ya.”

“Oke.” Jawab Alin sambil menoleh ke arah mas Adri.

Pamela pun meninggalkan Alin sendiri.

Alin dan Mas Adri kebetulan satu tim audit yang mengaudit perusahaan tempat Pamela bekerja. 

“Mas Adri…” Alin memanggil mas Adri dari tempatnya duduk.

Mas Adri menoleh dan menghampiri Alin. 

“Kamu udah sarapan?” Tanya Mas Adri dengan suara lembutnya yang khas.

“Udah nih mas. Kamu mau makan dulu kan.. Sini duduk aku temenin.”

Mas Adri tersenyum dan duduk dihadapan Alin untuk sarapan.

“Mas.. Semalem aku mimpi tentang kamu.” Alin berkata.

“Mimpi ga usah terlalu dipikirin.” Mas Adri menjawab namun wajahnua sedikit berubah terlihat agak dingin.

Mas Adri kenapa ngga tanya ya.. Dia seperti sudah tau bahwa aku mimpi buruk tentang hubungan kita. Wajahnya juga seperti ada yang disembunyikan dariku.

Alin bergumam dan pikirannya menebak-nebak.

“Mas, gimana ibu kamu udah sehat?”

“Belum sih tapi sudah mendingan. Doakan ya.”

“Iya mas aku doakan setiap saat. Aku juga kan pengen ketemu Ibu kamu. Sampaikan salamku untuknya ya.” Ujar Alin sambil tersenyum. 

Wajah Mas Adri seketika berubah mood. Ia tak menghabiskan sarapannya. 

“Ayo kita masuk. Pekerjaan sudah menunggu.” Mas Adri bangkit dari tempat duduknya. Ia langsung pergi tanpa menunggu persetujuan karla.

Alin terdiam sejenak. Ia merasa hubungannya seperti sedang diujung tanduk. 

Apa Mas Adri bosan denganku. Apa aku terlalu memaksakan sesuatu kepadanya…

Matanya sedikit barkaca-kaca. Alin yang sungguh perasa. Namun ia menahan air matanya. Karna ia takut itu hanya pikiran buruknya saja. Lalu ia pun mengusap matanya yg sudah berair dan segera berdiri meninggalkan tempat duduknya untuk menuju gedung kantor.

***

“Pamela, itu si auditor kamu punya data blm kasih hah..” Bu Lin manager accounting berteriak kepada pamela dengan suara dan logat khas ala chinese

“Ah iya bu ini aku lagi cariin bu banyak yang minta data bu.” 

“Kamu mau bayar lembur auditor hah. Prioritasinlah.”

“Iya bu hari ini selsai ko.” Pamela panik namun tak dapat dipungkiri wajahnya terlihat kesal.

Ia pun menelpon ke ext ruangan audit. Untuk menanyakan kembali data yg kurang. Lalu segela melengkapi datanya untuk segera diberikan kepada auditor. 

Pamela pergi ke lantai 2 ruangan auditor bekerja untuk menyerahkan data kekurangan yang dibutuhkan oleh auditor. Ruangannya berada diujung dan sepi karna ruangan di lantai 2 adalah ruangan khusus untuk meeting. Jarang ada yg pergi kesana karna hanya digunakan untuk tamu-tamu perusahaan. Ketika sampai di depan ruangan audit pamela terkejut dengan perbincangan Alin dan mas Adri. Perbincangan mereka mengenai hubungan mereka. Tidak biasanya mereka mencampurkan urusan pribadi di kantor. Walaupun mereka hanya berdua saja di ruangan. Entah kemana tim audit lainnya. Pamela tak berani masuk. Ia terdiam diluar. Tak sengaja Alin menoleh kearah jendela dan melihat pamela yang berdiri mematung. Mereka pun langsung terdiam. Dan Pamela dengan wajah yang merasa tidak enak ia mengetuk pintu yang sedikit terbuka lalu menyerahkan berkas yang dibutuhkan auditor.

“Ini data-data yang kurang. Kalo ada butuh apa-apa lagi telpon ke ext aku aja.” Pamela segera meninggalkan mereka berdua. 

Setelah pamela pergi Alin dan Mas Adri terdiam. 

“Mas sebaiknya kita tidak membahas masalah pribadi disini.” Kata Alin membuka kembali pembicaraan dengan mata yang sedikit berlinang dan hidung yg sedikit basah.

***

Hari-hari berlalu. Kini tinggal menunggu hasil terbitan laporan audit. 

“Al kalian ada apa sih. Ko waktu itu kalian seperti mau putus? Aku ngga sengaja denger percakapan kalian waktu itu” Pamela bertanya pada Alin sambil menikmati makan siang diluar.

“Aku ngga ngerti P sama Mas Adri dia seperti ngejauhin. Dan setiap aku nanya kabar orangtuanya dia marah dan diam.”

“Ko gitu ya. Eh besok audit terakhir ya. Kita jarang ketemu lagi dong.”

“Haha iya nih. Ya udh sabtu atau minggu kita rencanain lah setidaknya ketemu.”

***

Keesokan harinya, adalah hari terakhir auditor di kantor pamela. Seusai jam kerja pamela yang janjian dengan Alin untuk pergi bersama tiba-tiba batal. Alin membatalkannya tanpa menjelaskan apapun. Entah apa yang terjadi padanya namun pamela melihat wajah Alin dan Mas Adri yang sangat serius dan pergi bersama. Alin dan mas Adri pergi ke suatu tempat. Ada suatu hal yang akan mereka bicarakan.

“Mas ada apa sih ko dadakan banget? Muka kamu juga serius banget.” Alin membuka pembicaraan.

“Al, maafin aku ya.” 

“Ada apa sih mas?”

“Sebaiknya kita sudahi hubungan kita saja. Aku ga mau nantinya kamu tergantungkan.”

“Maksudnya?” Alin mulai berkaca-kaca.

“Ibuku sakit. Dan aku harus menikah dengan calon dari ibuku yang sama denganku. Sedangkan kita berbeda lin. Aku ngga mau menyakiti kamu dan ibuku. Tapi aku harus memutuskan.”

“Apa itu pertanda dari mimpiku.” Air mata Alin mulai jatuh. 

“Saat ini kita bersahabat saja. Kalau seandainya kita memang berjodoh pasti ada jalan lain lin. Kamu jangan nangis ya. Aku makin merasa bersalah.” Mas Adri menunjukkan wajah sedihnya. 

“Mas ibumu tidak setuju karna kita beda. Kau kan tau kita berbeda lalu kenapa kau membiarkan aku berlarut dan makin menyukaimu.”

“Aku yang salah Al. Maafin aku. Aku yang mulai duluan.”

“Baiklah jika itu keputusan yang terbaik untukmu dan ibumu. Aku terima mas aku ikhlas. Dan bagaimana dengan kabar ibumu? Aku selalu bertanya tapi kau tidak pernah menjawab dengan jelas. Apa ibumu begitu tidak sukanya denganku yang berbeda darimu jika mengetahui hubungan kita.” Alin berbicara sambil terisak-isak.

“Aku tidak ingin membahas ibuku karna aku merasa bersalah dengan ibuku jika aku dekat denganmu. Itulah sebabnya aku tidak ingin membahasnya. Dan ibuku sudah sehat. Kau tak perlu khawatir lagi.” 

“Jadi, ini akhirnya. Semoga kamu bahagia ya mas. Aku ikhlas.”

“Al jangan nangis lagi. Aku akan selalu mendoakanmu. Dan satu lagi yang belum kuberitahukan padamu. Aku sudah mengajukan resign dan akan segera pindah. Maaf aku baru memberitahumu hal ini.”

Alin terkejut dan ia terdiam.

“Mas kalau begitu tidak perlu dibicarakan lagi. Sebaiknya aku pulang. Sudah malam.”

“Al kita masih berteman kan..”

Alin pergi meninggalkan Mas Adri tanpa menoleh kembali.

***

Al maaf atas kesalahanku. Kuharap kita tidak bermusuhan. Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Ini hari terakhirku di kantor. Semoga kau sehat dan bahagia selalu. 

Pesan singkat dari Mas Adri kepada Alin. Alin menunjukkan pesan itu kepada Pamela sahabatnya.

“Terus kamu balas apa? Duh pantes beberapa hari ini kamu susah banget dihubungin.”Pamela menunjukkan wajah kecewa nya.

” Aku bilang, aku tidak marah sedikitpun. Jika itu yang terbaik untukmu dan keluarga aku akan mendoakanmu.”

“Sabar ya Al. Semoga dia jodohmu lah. Kalo sudah jodoh pasti ada jalan.”

“Iya P. Hubunganku berakhir di hari terakhir audit di kantormu.”

Pamela hanya bisa menepuk pundak sahabatnya memberikan rasa kepeduliannya.

“Laporan Audit terbit bersamaan dengan berakhirnya hubunganku dengan Mas Adri.” Alin berbicara pada pamela dengan matanya yang sudah berlinang.

Waktu berlalu.. Alin dan Mas Adri menjalani kehidupannya masing-masing.

Pesan singkat mendarat di handphone Alin.

Kamu apa kabar? Datanglah ke acara tunanganku esok sabtu di rumahku. Maaf memberitahukan ini kepadamu. Kudoakan untukmu selalu. -Adri-

Air mata tumpah dari mata Alin. Tak kuasa ia menahan kesedihannya.

Inilah akhirnya. Kami memang tidak berjodoh..

*******

Uncategorized

Besties… Will never part.. 

I enjoy my free time alone.. Thinking, imagining, wondering… Watching how things moves. 

Tapi…  Bukan manusia namanya kalo selalu hidup sendiri.  We need to socialize. As an introvert I sometimes feeling lonely too. Orang introvert juga manusia kan.. 

It’s a blessed to me that i have a gift of friends. Not many, but a few. Doesn’t mean that i’m an antisocial. I make friends also to many people.  But only a few friends that certainly I can close with and who i can confide in. So you guys all are so special to me. 

I found my best at first year in university.  I was sitting on the corner alone, and someone came and sat besides me. Before, i was looking for someone who i can talk with. But there is no people that i can talk with. All seems to be so different from me. I thought that i couldn’t have close friends. As an intorvert who talk less and a bit shy it’s hard to find close friends to share with. And,  ternyata aku diberikan teman seperjuangan yang bisa share apapun dari mulai pelajaran, lingkungan, impian dan cita-cita. Dulu saking rajinnya di kampus aku sampe dianggap kutu buku dan aneh. Tapi kalo ada temen, Dont care what people think about.. 

First day at class,  yg pertama Kali dikenal adalah kartini dan dia juga yang pertama kali ngajak ngobrol. Since that day, kita tidak terpisahkan. Kemanapun selalu berdua. 

Karna kartini yg supel aku jadi punya beberapa temen lagi. Ada shaella, maya, lolla, marina. 

Those are my close friends in the 1st year at univ. 

Waktu berlalu dan akhirnya di semester ketiga aku pun memutuskan untuk ikut organisasi yg sama dengan kartini. Lagi-lagi karna kartini 😄

Di semester pertama kartini sudah ikut organisasi lebih dulu. Lalu di semester ketiga aku mengikuti jejak kartini untuk ikut diklat organisasi di kampus. Setelah masuk organisasi, karna kartini juga aku jadi deket dengan tere dan rien. Sebelumnya udah kenal sih, tapi jadi deket banget setelah masuk satu organisasi yg sama. 

Akhirnya aku, kartini, tere, rien, lolla, marina, maya, dan shaella. Kami sering menghabiskan waktu bersama-sama. Banyak hal positif yang aku dapat dari pertemanan ini. I’m feeling so blessed to have you all.

Times go by, setelah lulus kami semua semakin sibuk dan jarang ketemu. Bahkan hanya kontak-kontakan melalu whatsapp, bbm dan line. Tapi aku bersyukur bahwa masih ada teman-teman yg saling mendukung walaupun kami jarang bertemu. 

I realize that in friendship, all we need to do is keep praying for our friends. Mendoakan teman dan saling mendukung satu sama lain untuk hal-hal positif.

*) Dengan mendoakan teman, doa itu juga pasti akan berbalik pada kita. (I remember what ustad yusuf said). 

As I know,  friendship doesn’t need daily conversation,  doesn’t always need togetherness. As long as it lives in heart, True friends will never part. 

Thank you so much for being my good friends. It means a lot to me. 

Love you guys always..  

❤ Puspa ☺

Kajian Islam

RINGKASAN KAJIAN ISLAM BULANAN ISTIQLAL 19 FEBRUARI 2017

Kali ini aku akan meringkas sedikit ilmu yang aku dapet di kajian pada tanggal 19 februari 2017. Jadi waktu itu aku mengkuti acara kajan bulanan yang seperti biasa dibimbing oleh Ustad Yusuf Mansyur. Sebenernya sih udah ikut kajian dari awal-awal bulan tahun 2016 lalu. Tapi belum terpikir untuk men-share­ ilmu dari kajian yang aku ikuti. Setelah dipikir-pikir selama ini ikut kajian tiap bulan, tapi banyak yang terlupa untuk materi-materi yang dibahas dalam Al Quran. Yang teringat hanya motivasi-motivasi yang diberikan oleh Ustad. Tetapi pelajaran untuk Ayat-ayat Al Quran mengenai implementasinya dengan kehidupan atau jika dikaitkan dengan kehidupan seperti yang disampaikan  pada kajian-kajian sebelumnya sudah terlupa. Memang pada intinya setiap ceramah Ustad Yusuf Mansyur selalu meberikan motivasi kepada temen-temen semua untuk selalu berusaha dalam meraih impian dan cita-cita yang besar, tidak hanya dengan bekerja keras tetapi juga mendekati Allah Swt sang pemilik segalanya. Yakinlah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita dengan kita selalu mendekat kepada-nya. Itulah inti yang saya dapat dan selalu ditekankan ketika kajian islam bulanan di Istiqlal bersama Ustad Yusuf Mansyur.

Jadi supaya ngga lupa aku mau share disini, karena ilmu jika dibagikan maka akan semakin berkah dan tentu saja kita akan semakin ingat dengan apa yang telah kita pelajari. Ilmu ini tidak hanya bermanfaat untukku saja tapi juga buat temen-temen yang ngga ikut kajian kemarin karna berhalangan atau juga yang udah ikut tapi ingin me-review materi kajian bulanan. Semoga temen-temen yang baca ini semuanya semakin rajin ikut pengajian dan semoga ilmunya bermanfaat untuk kita semua ya. Aamiin…

Baiklah langsung saja ke materinya ya.. Jadi pada kajian tanggal 19 Februari 2017, selain Ustad Yusuf juga ada Wirda anaknya yang juga sempat memberikan motivasi kepada semua teman-teman yang hadir di masjid Istiqlal. Lalu ada Ustadzah Nabila yang disebut gurunya Wirda. Waktu aku denger Ustadzah Nabila mengaji Al Quran aku terharu banget. Bacaannya merdu. Ngga bosen denger Ustadzah Nabila membacakan ayat-ayat suci Al Quran. Dan rencananya akan ada acara kajian khusus perempuan setiap malam minggu bersama Wirda Mansyur dan Ustadzah Nabila. Tapi masih rencana sih dan masih dikordinasikan dengan panitia masjid. Tapi aku rasanya ngga sabar deh.. Aku ketika pertama kali datang ke kajian islam di Istiqlal rasanya tuh pengen balik lagi untuk kajian selanjutnya. Materi dan penyampaiannya kena banget..

Back to the topic..

Jadi ini yang saya kutip dari Wirda. “Semua yang terjadi pada diri kita itu semua karna Allah dan Al Quran.” Contohnya ya seperti wirda yang bisa sekolah ke luar negeri padahal dia juga merasa bahwa itu sulit. Tapi bisa terjadi itu semua karna Allah dan Al Quran. Yang tidak mungkin pasti menjadi mungkin.

Pada intinya kita harus selalu berpikir besar, berpikir positif dan jangan lupa tulis apa yang kita inginkan. Karna tulisan impian kita akan membawa kepada impian kita sebagai doa dan pengingat untuk mencapai nya.

Setelah Wirda ada Ustadzah Nabila yang  yang membaca dan membahas kandungan surah Taha  ayat 1-21. Yang kemudiannya pembahasannya memfokuskan pada ayat 17-21.

Ayat 17 : “Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa?”

Ayat 18 : Dia (Musa) berkata, “Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain.”

Ayat 19 : Dia (Allah) berfirman, “Lemparkanlah ia, wahai Musa!”

Ayat 20 : Lalu, (Musa) melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.

Ayat 21 : Dia (Allah) berfirman, “Peganglah ia dan jangan takut, kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula.”

Dapat dipelajari bahwa maksud dari penyampaian surah diatas adalah semua hal yang tidak mungkin terjadi bagi manusia, bisa saja terjadi atas izin Allah Swt. Tanpa kita sadari kita sering berpikir bahwa, “ah tidak mungkin. Mana mungkin itu terjadi keadaannya aja masih begini.. ga mungkinlah…”.

Itu yang tertanam dibenak kita padahal dengan kita berpikir seperti itu kita sama saja meragukan kekuasaan Allah swt. Contohnya jika dikaitkan dengan tongkat nabi musa yang dapat berubah menjadi Ular. Bukankah itu adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi sebuah benda mati dapat berubah menjadi makhluk hidup yaitu seekor ular.

Dalam surah Al Baqarah ayat 60 :

Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah dan janganlah  kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.

Dari surah diatas itu adalah sebagian lagi dari mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Musa. Yakinlah bahwa dengan memohon pertolongan kepada Allah, Allah akan memberikan pertolongannya kepada kita.

Kemudian, Ustad Yusuf juga bercerita tentang seseorang yang atas izin Allah Swt, ia bertransformasi menjadi seseorang yang kaya raya. Walaupun beliau sebetulnya tidak memenuhi syarat untuk bisa menjadi sesorang yang kaya, tidak memiliki potensi/kemampuan apapun, tetapi atas izin Allah nasibnya berubah. Dari seorang tukang angkat barang di Tanah Abang sampai saat ini beliau bisa menyediakan pesawat jet pribadi untuk ustad yusuf dapat berpergian kemanapun untuk berdkawah. Subhanallah…

Beliau hanya memberikan pesan bahwa kunci kesuksesan yaitu, jangan sekalipun meninggalkan shalat, jangan berdusta, selalu tinggikan cita-citamu dan jangan sia-siakan kesempatan yang ada meskipun itu berat. Itu yang selalu beliau pegang ketika merantau ke Jakarta sampai sukses saat ini.

Dari kisah yang diceritakan diatas kita dapat melihat contohnya seperti yang tertulis dalam Al Quran  Surah Al Baqarah ayat 246-247:

Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat, ketika mereka berkata kepada serang Nabi mereka, “Angkatlah seorang raja untuk kami niscaya kami berperang di jalan Allah.” Nabi mereka menjawab, “Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan berperang juga?” mereka menjawab, “Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami?” Tetapi ketika perang itu diwajibkan atas mereka, mereka berpaling kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan Allah maha mengetahui orang-orang yang zalim.

 

Dan Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.” Mereka menjawab, “ Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu darinya dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi) menjawab, “Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikannya kelebihan ilmu dan fisik. “Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha luas, Maha Mengetahui.

Dari ayat diatas kita dapat menyimpulkan bahwa apapun yang Allah kehendaki itu pasti terjadi. Yang perlu kita lakukan adalah mengerjakan perintahnya dengan ikhlas dan mengharap ridho-Nya. Memohonlah kepada-Nya karna hanya Allah lah yang dapat membuat semuanya mungkin. Karena Allah adalah pemilik segalanya.

demikian ringkasan saya mengenai kajian bulanan di Istiqlal. Tidak banyak yang dapat saya sampaikan namun semoga dapat dipahami dan bermanfaat bagi yang membaca.

Wassalamualaikum wr.wb.